Recent post
Pertimbangkan kemungkinan terburuk
Tuh, bukti kalau drag bike mulai disemuti peserta tanpa batas usia. Contohnya seperti Hendra dan Hendri Kecil yang prestasinya bisa dikasih jempol. “Saya pilih Hendra karena bobotnya. Hendra beratnya 27 kg. Kalau ditambah motor paling berat jadi 90 kg,” jelas Utomo, pemilik tim papan atas Tomo Speed Shop.
Tomo, panggilan akrab Utomo, enggak cuma mengandalkan bobot Hendra Kecil yang ringan. Tapi, Hendra punya teknik bagus untuk ngegas Matik FFA. “Enggak asal pilih pembalap anak-anak. Hendra punya dasar balap bagus. Dia sejak kecil latihan motocross,” ujar Tomo.
Meski Hendra sudah terbiasa mengendalikan special engine (SE), tapi Tomo memberikan dasar-dasar ngegas skubek drag. Paling penting start dan mengendalikan motor setelah start. “Pastinya anak-anak jauh lebih enteng. Tapi, ada masalahnya kalau mendadak motor trouble. Bisa enggak dikendalikan. Apalagi, torsi dan kecepatan FFA gede banget,” ujar Benny Rachmawan dari PT Mitra Lestari Motorindo (MLM), Jakarta.
MLM sponsor utama drag bike TDR yang punya beberapa seri semenjak dua tahun ini. Benny memandang banyaknya peserta anak-anak di drag bike sebagai sinyal. Tanda ada yang mesti diatur ulang di drag bike. Ini demi masa depan balapan trek lurus yang semakin diminati.
“Tahun depan drag bike TDR mungkin akan dibikin kelas anak-anak. Maksimal usia dan spesifikasi motor,” urai Benny yang berkantor di Lodan, Jakarta Utara.
Tuh, kelas anak-anak di drag bike. Seperti di road race MP5-MP6 yang ditelurkan untuk MotoPrix. Pesertanya maksimal usia 16 tahun. Spesifikasi tunggangannya sedikit atau minium ubahan.
“Iya. Anak-anak punya batasan fisik. Juga demi faktor keselamatan jauh lebih penting. Bagusnya drag bike jadi punya perjenjangan,” kata Toddy Andries, pengagas kejurnas drag bike.
Balap drag race atau biasa disebut balap tarik-tarikan (trek-trekan) adalah suatu perlombaan atau kompetisi kendaraan bermotor, baik itu sepeda motor atau mobil pada lintasan lurus (tidak ada belokan) dengan jarak lintasan tidak terlalu panjang (pendek), hanya sekitar 200 meter, 300 meter, 400 meter, sampai 800 meter, dan masih bisa bervariasi. Untuk sebutan dari sepeda motornya sendiri biasanya adalah drag bike.
Lomba balap ini biasanya dilakukan berpasangan atau berdampingan, mulai dari garis awal (start) hingga menuju garis akhir (finish) dalam waktu singkat dan kecepatan yang tinggi. Pemenang balap jenis ini adalah pembalap yang mencapai garis akhir lintasan (finish) lebih awal atau waktu tercepat. Lintasan drag race biasanya diberikan jarak aman setelah garis finish, agar pembalap memiliki waktu dan peluang untuk memperlambat sepeda motornya masing-masing dan tidak terjadi kecelakaan.
Sistim yang digunakan pada drag race umumnya degan sistim gugur, sehingga hanya tersisa satu pasangan saja diakhir lomba (final). Apabila lintasan memungkinkan untuk digunakan lebih dari satu pasangan saat babak penyisihan, bisa saja pada babak penyisihan dilaksanakan dengan lebih dari satu lintasan (satu pasangan). Namun untuk keamanan ,lintasan umumnya hanya satu lintasan hingga putaran final.
Sepeda motor yang digunakan dalam balap jenis ini telah mengalami modifikasi sedemikian rupa diberbagai bagiannya. Dalam lomba drag race, tiap sepeda motor diklasifikasikan sesuai dgn kelas lomba yang diadakan, yaitu standar atau free for all.
Jadi meskipun terjadi modifikasi disana-sini pada bagian sepeda motor, bukan berarti melebihi batasan-batasan modifikasi pada regulasi drag race resmi. Kelas dan jenis modifikasi menjadi faktor pembeda kelas balap jenis ini, hal ini adalah untuk menjaga dan menjamin terjadinya persaingan yang sehat. Sepeda motor bisa saja diberikan tambahan modifikasi turbo, supercharge, atau lainnya yang membuat sepeda motor mampu mencapai garis finish secepat mungkin.
Beban sepeda motor dibuat dari material seringan mungkin, agar power output engine bisa digunakan oleh roda untuk melaju secepat-cepatnya dengan maksimal. Unsur bobot sepeda motor dan pembalap sangat mempengaruhi performa sepeda motor jenisdrag race. Kalau dilihat, hampir seluruh sepeda motor drag race tidak memiliki kelengkapan body dan bagian-bagian yang menambah beban, selain dari itu umumnya pembalap sepeda motor drag race juga tidak terlalu besar.
Meskipun diminati oleh banyak pengguna sepeda motor, untuk keperluan harian sepeda motor jenis drag race tidak sesuai dan tidak aman untuk digunakan. Karena ada perbedaan yang mendasar, dimana sepeda motor drag banyak memiliki resiko dan kekurangan apabila digunakan dijalan umum, seperti engine tidak tahan untuk bekerja pada waktu yang lama dan sepeda motor tidak nyaman, serta tidak aman.
Untuk even Internasional lintasan yang digunakan untuk drag race umumnya 402 meter, untuk drag race kategori resmi di Indonesia saat ini hanya berjarak 201 meter. Melihat jarak yang sangat pendek inilah, para periset drag mengusahakan drag bike-nya bisa melesat spontan secepat-cepatnya seperti tidak membawa beban. Untuk jarak 201 meter, bukan tidak mungkin hanya ditempuh dalam waktu sekitar tujuh (7) hingga delapan (8) detik. Perubahan-perubahan diperlukan agar performa drag bike mampu menjadi yang tercepat pada saat sepeda motor digunakan dalam lomba drag. Tentu perubahan atau modifikasi pada sepeda motor drag akan menimbulkan beberapa resiko, seperti :
- Bahan bakar menjadi Boros
- Suara mesin menjadi kasar
- Mesin cenderung berumur pendek dibanding mesin standar.
Untuk drag bike atau trek-trekan sangat berisiko bila dilakukan dijalan raya atau jalan umum, karena kecepatan sepeda motor tinggi dan lurus. Pengendalian sepeda motor drag tidak semudah sepeda motor standar atau sepeda motor balap road race, jadi perlu tempat khusu yang memiliki track lurus dan tidak berada dijalan umum. Untuk itu disarankan, bagi pecinta ngebut lebih baik persiapkan sepeda motor dan persyaratan untuk bisa ikut serta pada lomba drag bike resmi.

Untuk drag bike atau trek-trekan sangat berisiko bila dilakukan dijalan raya atau jalan umum, karena kecepatan sepeda motor tinggi dan lurus. Pengendalian sepeda motor drag tidak semudah sepeda motor standar atau sepeda motor balap road race, jadi perlu tempat khusu yang memiliki track lurus dan tidak berada dijalan umum. Untuk itu disarankan, bagi pecinta ngebut lebih baik persiapkan sepeda motor dan persyaratan untuk bisa ikut serta pada lomba drag bike resmi.
Ini jurus lanjutan buat pemula suka tampil kinclong ala Thai look. Pemula dimaksud adalah mereka yang baru pertama main modifikasi. Kalau punya duit lebih, dilanjut main contezt namun masih tetap mempertahankan tema awal.
Untuk contezt harus punya tema fokus. Coba perhatikan roda Satria F-150 milik Deni dari Pasuruan, Jawa Timur ini. Unik, tapi juga ngeri. Baik Deni maupun Ponijan sang modifikator terbilang nekat. Bagian inilah yang terlihat janggal, alias tidak lazim. Pelek depan belakang hanya ditopang masing-masing 18 jeruji.
Weleh, gak bahaya tuh, Bro? "Bukan murni untuk harian. Hanya untuk contezt saja, jadi maaf sedikit mengesampingkan safety riding. Tapi, secara umum aman-aman saja, walau sesekali motor ini memang dipakai untuk aktivitas harian. Untuk mengendarainya, jelas nggak bisa sembarangan, sedikit hati-hati harus cari jalan yang mulus," terang Ponijan dari Zhan Modified (ZM).
"Saya bosan dengan desain pelek variasi yang begitu saja. Terlalu umum dan banyak yang mengaplikasi. Makanya saya punya ide untuk membuat seperti ini, biar tidak ada yang menyamai," beber juragan bengkel di Ds. Carat, Gempol, Pasuruan.
Zhan memang berani, termasuk keputusannya membuat pelek handmade. Dia tanpa ragu sedikitpun mengepras atau main papas habis bagian palang dan teromol pelek orisinal Jupiter MX 135LC CW. Setelah hanya menyisakan pelek, lantas Zan membuat lubang berjumlah 18 sebagai tempat jeruji. Zhan mengerjakan sendiri proses membuat lubang itu dengan menggunakan bor.
"Lubang itu dibuat berpasangan dan berkelompok. Terdiri dari tiga kelompok, jadi masing-masing kelompok terdiri dari 6 jeruji. Lantas jeruji tadi dipasang lurus tanpa menyilang. Biar terlihat seperti pelek balok tapi menggunakan jeruji," tambah Zhan yang mengaku mengaplikasi jeruji ukuran standar pelek ring 17. Sedangkan untuk yang belakang pakai jari-jari pelek variasi untuk Mio.
Sementara pada bodi, tampang terondol sedikit menyisakan cover bodi adalah ciri dan identitas penganut aliran drag style. Untuk langkah ini, Zhan sepertinya sengaja menonjolkan rangka.
Biar kesan motor drag makin kental, Zhan nekat melubangi rangka dengan rapi. Lantas mengecatnya dengan berbagai warna ngejreng. Motif yang dipilih grafis dengan corak yang menyesuaikan bodi samping. Khusus untuk bodi samping ini sengaja comot milik Honda Revo yang modelnya memang terlihat sporty. Tidak lupa dipasang juga angka layaknya nomor start. Pilihannya nomor 6 yang merupakan angka favorit. (motorplus-online.com)
Sok Depan Custom
Sok depan yang diaplikasi pada besutan warga Gempol Pasuruan ini sempat membuat pangling. Karena sepintas bentuknya mirip sok produk varisasi. "Ini sokbreker asli Satria F. Tapi, sedikit dimodifikasi biar lebih menarik," terang Zhan.
Lebih menarik yang dimaksud secara dimensi. Jika dibiarkan standar, terkesan cupu alias culun punya. Sebab ceking dan kurang kokoh.
Modifikator ramah ini membungkus bottom sok itu dengan bahan pipa. Lantas dicat warna-warna berkarakter candytone. Sedikit sentuhan kecil di sektor sok depan ini turut mendongkrak tema serta penampilan yang ingin ditonjolkan.
Jurus ini juga bisa menghemat budget modifikasi. Sebab biayanya tidak semahal kalau harus ganti sok dengan produk variasi.
DATA MODIFIKASI
Ban depan : Swallow Drag 2,00-17
Ban belakang : Swallow Drag 2,15-17
Knalpot : R9
Setang : Ride-It
Spido : Type-R
CDI : BRT
ZM : 0856-4998-6634
Jika dirimu pahamu maknakau kan sadar bahwa kita di takdirkan tuk bersama
Rasa kagumku padamu tidak sederhanahingga es pun membara dan api pun mencairku terpana padamu hingga batu berbicara melebihi apapun yg adaku rindu dirimu seperti pungguk yg tak ingin hadirnya siangkarena ingin selalu menikmati rembukan (Ahmad Fauzy)
Rasa kagumku pada mu tidak sederhana
Hingga es pun membeku dan apipun membara
ku terpana padamu hingga batupun berbicara melebihi apapun yang ada
ku rindu hadirmu seperti punggung yang tak ingin hadirnya siang
karna ingin selalu menikmati rembulan
taukah kamu . ?
aku adalah raga yang tak jumpa
hingga hadir mu pahami makna
kaukan sadar bahwa kita ti takdirkan bersama
terima kasih Ahmad Fauzy atas rasa cinta yang terbina
by : Eka



